Lensa KPI 19

52 menit · Facebook for Android · 

Aliansi Mahasiswa Sambas melaksanakan aksi terhadap kasus Jumardi ke gedung DPRD Kabupaten Sambas. Sambas, Senin(01/03/2021).

Aksi ke Gedung DPRD Kabupaten Sambas ini dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Sambas untuk menyuarakan agar dibebaskannya Jumardi yang beberapa waktu lalu ditangkap oleh pihak BKSDA.

Jumardi merupakan warga Dusun Rt/Rw:01/01 Desa Tempatan Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Karena kurangnya pengetahuan terhadap jenis-jenis satwa yang dilindungi, Jumardi dikabarkan menjual burung Bayan/petet yang dilindungi dengan mempostingnya di media sosial.

Setelah melakukan orasi di halaman gedung DPRD Kab. Sambas, aliansi mahasiswa Sambas di persilahkan masuk ke ruangan sidang untuk hearing terhadap tindak lanjut kasus saudara Jumardi ini.

Adapun yang hadir dalam ruangan sidang yaitu, H. Abu Bakar,. Selaku ketua DPRD Kab. Sambas. Bapak Ferdinan, S.E. Komandan Hendra dari pihak kepolisian.

Ferdinan, S.E perwakilan dari anggota dewan mengatakan bahwa kasus ini perlu tindakan pendekatan, berhubung saudara Jumardi tidak mengetahui bahwa apa yang dilakukannya melanggar hukum.

“Kasus ini sudah viral di media sosial, menanggapi penangkapan yang dilakukan ini kami sangat menyayangkan, berhubung saudara Jumardi ini tidak mengetahui bahwa burung bayan yang dijualnya merupakan salah satu hewan yang dilindungi.” Ucapnya.

Ferdinan juga mengapresiasi aksi mahasiswa untuk membebaskan pak Jumardi.

“Kita sangat mengapresiasi aksi mahasiswa pada hari ini untuk menyuarakan bahwa pak Jumardi tidak perlu ditahan dan seharusnya dilakukan tindakan pendekatan atau sosialisasi tentang jenis-jenis burung atau bahkan hewan yang dilindungi.” Tutupnya. (Rin)

Leave a Reply